
BERITASUMATRA.COM – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan kembali menerima tiga jenazah korban kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (17/7/2026). Dengan kedatangan tiga korban tersebut, total empat jenazah kini berada di Instalasi Forensik dan Pemulasaraan Jenazah RSUP H. Adam Malik untuk menjalani proses identifikasi.
Insiden tragis yang melibatkan sejumlah kendaraan itu menimbulkan korban jiwa dan korban luka berat. Sejak siang hingga sore hari, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dari lokasi kejadian menuju rumah sakit rujukan di Kota Medan.
Asisten Manajer Humas RSUP H. Adam Malik, Adela Eka Putra Marza, membenarkan bahwa tiga korban meninggal dunia tiba di ruang jenazah pada sore hari sekitar pukul 16.30 WIB.
“Iya, ada tiga korban meninggal dunia yang tiba di ruang jenazah sekitar pukul 16.30 WIB. Rinciannya satu perempuan dan dua laki-laki,” ujar Adela.
Ketiga korban yang dievakuasi ke RSUP H. Adam Malik masing-masing diketahui bernama Heppi Sitinjak (60), laki-laki, warga Sidikalang; Dinaria Manik (60), perempuan, warga Sidikalang; serta Samsir Sitinjak (30), laki-laki, yang juga merupakan warga Sidikalang.
Setibanya di rumah sakit, seluruh jenazah langsung dibawa ke Instalasi Forensik untuk menjalani proses identifikasi sesuai prosedur. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan identitas korban sebelum nantinya diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan bertambahnya tiga jenazah tersebut, jumlah korban meninggal dunia yang berada di RSUP H. Adam Malik kini menjadi empat orang.
“Dilakukan identifikasi,” kata Adela singkat.
Satu Korban Lebih Dulu Tiba
Sebelum tiga jenazah tersebut tiba, RSUP H. Adam Malik lebih dahulu menerima satu korban meninggal dunia yang dievakuasi dari lokasi kecelakaan. Korban diketahui bernama Anton Simorangkir (38), warga Kecamatan Sibolangit.
Manajer Hukum dan Humas RSUP H. Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, menjelaskan bahwa Anton tiba di rumah sakit sekitar pukul 12.30 WIB dalam kondisi telah meninggal dunia.
“Korban yang meninggal dunia tiba di rumah sakit dalam kondisi tidak utuh. Saat tiba, pasien memang sudah meninggal dunia. Pasien masuk sekitar pukul 12.30 WIB,” ujar Rosario.
Selain korban meninggal dunia, rumah sakit juga menerima enam korban luka berat yang langsung mendapatkan penanganan medis intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Tim medis bergerak cepat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh pasien yang datang dari lokasi kejadian. Penanganan dilakukan sesuai tingkat keparahan luka yang dialami masing-masing korban guna meningkatkan peluang keselamatan mereka.
Enam Korban Luka Masih Dirawat Intensif
Hingga Jumat sore, enam korban luka berat masih menjalani perawatan intensif di IGD RSUP H. Adam Malik. Pihak rumah sakit memastikan seluruh tenaga medis telah disiagakan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para korban.
Meski demikian, pihak rumah sakit belum merinci kondisi terbaru masing-masing pasien karena seluruhnya masih berada dalam tahap observasi dan penanganan medis.
Perkembangan kesehatan para korban akan terus dipantau oleh tim dokter. Jika kondisi pasien dinilai stabil, mereka akan dipindahkan ke ruang perawatan sesuai kebutuhan medis masing-masing.
Proses Identifikasi Dilakukan Sesuai Prosedur
Sementara itu, proses identifikasi terhadap korban meninggal dunia menjadi prioritas sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.
Petugas forensik bekerja sama dengan pihak kepolisian melakukan pencocokan identitas berdasarkan data administrasi, keterangan keluarga, serta dokumen pendukung lainnya. Tahapan ini merupakan prosedur standar dalam setiap penanganan korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.
Setelah proses identifikasi selesai dan seluruh administrasi terpenuhi, jenazah akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kecelakaan Maut Guncang Jalur Medan-Berastagi
Kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Sibolangit, menjadi perhatian masyarakat karena merupakan salah satu insiden lalu lintas paling serius yang terjadi di jalur penghubung Medan-Berastagi.
Jalur tersebut dikenal sebagai kawasan dengan arus kendaraan yang cukup padat, terutama pada akhir pekan maupun musim liburan. Selain menjadi akses utama menuju kawasan wisata Berastagi, ruas jalan itu juga dilintasi kendaraan angkutan barang dan kendaraan pribadi setiap harinya.
Peristiwa kecelakaan yang menelan korban jiwa ini menyebabkan proses evakuasi berlangsung cukup lama. Petugas gabungan dari kepolisian, tenaga kesehatan, relawan, serta masyarakat sekitar bekerja sama mengevakuasi korban dan mengamankan lokasi kejadian.
Korban yang mengalami luka-luka segera dibawa menggunakan ambulans menuju RSUP H. Adam Malik sebagai rumah sakit rujukan, sementara korban meninggal dunia dievakuasi ke instalasi forensik rumah sakit yang sama.
Menunggu Hasil Penyelidikan
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan beruntun tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Petugas masih mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa kondisi kendaraan yang terlibat, serta melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui kronologi secara lengkap.
Hasil penyelidikan nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya kelalaian pengemudi maupun faktor teknis kendaraan.
Sementara itu, keluarga korban mulai berdatangan ke RSUP H. Adam Malik untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi anggota keluarga mereka, baik yang meninggal dunia maupun yang masih menjalani perawatan.
Suasana duka pun menyelimuti Instalasi Forensik dan ruang IGD rumah sakit. Sejumlah keluarga terlihat menunggu proses identifikasi selesai sembari berharap korban luka dapat segera pulih.
Perkembangan jumlah korban maupun hasil penyelidikan masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian dan instansi terkait.
