40 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Drainase Jalan Taduan Medan Dikeluhkan Warga

BERITASUMATRA.COM – Persoalan drainase masih menjadi perhatian warga di sejumlah wilayah Kota Medan. Salah satunya di Jalan Taduan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung. Warga mengeluhkan kondisi drainase yang dinilai sudah tidak mampu lagi menampung debit air, terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Seorang warga Jalan Taduan, Nova Zulkarnain, mengatakan drainase yang berada di depan rumahnya telah lama tidak mendapatkan perbaikan. Bahkan, menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung selama kurang lebih 40 tahun.

Keluhan itu disampaikan Nova saat mengikuti kegiatan Sapa Keamanan Lingkungan (Kamling) bersama Wali Kota Medan Rico Waas di Jalan Durung, Minggu (9/8/2026).

Drainase Tak Lagi Mampu Menampung Air Hujan

Nova mengatakan kondisi drainase yang sudah berusia puluhan tahun tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi warga. Saat hujan deras turun, air kerap meluap lantaran kapasitas saluran tidak lagi sebanding dengan debit air yang harus ditampung.

Air Meluap hingga Masuk Rumah

Menurut Nova, genangan air tidak hanya terjadi di badan jalan atau sekitar permukiman. Dalam kondisi tertentu, air bahkan dapat masuk ke rumah warga.

“Padahal setiap hujan deras, air meluap karena kapasitas drainase tak lagi mampu menampung debit air, bahkan kerap masuk ke rumah, termasuk kediaman warga lainnya,” ujar Nova.

Kondisi tersebut membuat warga berharap adanya penanganan yang lebih serius dari Pemerintah Kota Medan. Perbaikan drainase dinilai menjadi kebutuhan penting mengingat persoalan genangan terjadi berulang kali ketika hujan dengan intensitas tinggi turun.

Nova berharap pemerintah tidak sekadar melakukan perbaikan pada saluran yang sudah ada, tetapi membangun drainase baru dengan kapasitas yang lebih besar.

Menurutnya, pembangunan saluran yang lebih memadai diharapkan mampu mengurangi risiko genangan dan mencegah air kembali masuk ke rumah-rumah warga.

Pemkot Medan Pastikan Drainase Jalan Taduan Diperbaiki

Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Medan Rico Waas memastikan persoalan drainase di Jalan Taduan telah masuk dalam program pembangunan Pemerintah Kota Medan.

Rico menyebut pengerjaan drainase tersebut direncanakan dilakukan pada tahun ini. Pemerintah juga telah menyiapkan penggunaan U-Ditch dalam pembangunan drainase tersebut.

Pengerjaan Ditargetkan Segera Dimulai

Rico menjelaskan proses persiapan pembangunan telah berjalan. Tender untuk pekerjaan tersebut disebut telah melalui tahapan pengujian dan saat ini masih menunggu proses uji laboratorium.

“Sudah masuk (pembangunan drainase) dan akan dikerjakan tahun ini. Tendernya sudah diuji, tinggal uji laboratorium. Mudah-mudahan dalam waktu tidak sampai satu bulan sudah mulai pengerjaan,” kata Rico.

Dengan adanya kepastian tersebut, warga Jalan Taduan diharapkan tidak perlu menunggu lebih lama untuk mendapatkan perbaikan terhadap persoalan drainase yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Penggunaan U-Ditch diharapkan dapat membuat sistem drainase lebih tertata dan memiliki kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan kawasan. Terlebih, persoalan genangan menjadi salah satu hal yang cukup mengganggu aktivitas masyarakat ketika hujan deras terjadi.

Persoalan Sampah Juga Jadi Keluhan Warga

Selain masalah drainase, dalam kegiatan tersebut warga juga menyampaikan persoalan lain yang masih ditemui di lingkungan permukiman, yakni pengangkutan sampah yang dinilai belum berjalan secara rutin di sejumlah lingkungan.

Menanggapi persoalan tersebut, Rico Waas mengatakan Pemerintah Kota Medan akan menambah sarana dan armada pengangkutan sampah pada tahun ini.

Tambah Truk hingga Gerobak Sampah

Rico menyebut penambahan tersebut mencakup 30 truk sampah, 21 becak sampah, dan 150 gerobak sampah.

Penambahan armada tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengangkutan sampah hingga ke lingkungan-lingkungan warga. Dengan demikian, sampah yang dihasilkan masyarakat dapat segera diangkut dan tidak menumpuk terlalu lama.

“Kita ingin daerah-daerah kita ini bersih. Jangan sampai sampah sudah belatung baru diangkat. Harus bisa setiap hari sudah bisa diangkat,” kata Rico.

Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan masyarakat, tetapi juga berhubungan dengan kondisi drainase. Sampah yang dibuang sembarangan berpotensi menyumbat saluran air dan memperparah persoalan genangan saat hujan.

Camat, Lurah, dan Kepling Diminta Aktif

Rico juga meminta jajaran pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk lebih aktif memantau kondisi lingkungan masing-masing.

Camat, lurah, hingga kepala lingkungan diminta tidak hanya menunggu laporan masyarakat, tetapi turut melakukan pemantauan secara langsung terhadap persoalan yang terjadi di wilayahnya.

Masalah Lingkungan Harus Segera Ditindaklanjuti

Pemantauan tersebut mencakup persoalan sampah maupun kondisi drainase. Jika ditemukan masalah, pemerintah di tingkat kewilayahan diminta segera menindaklanjutinya agar persoalan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Rico juga mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga kondisi lingkungan dengan tidak membuang sampah ke dalam drainase.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan pemeliharaan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah memang memiliki tanggung jawab dalam menyediakan infrastruktur dan pelayanan publik, tetapi masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun.

Pemkot Medan Janjikan Pekerjaan Infrastruktur Berjalan Tahun Ini

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas kembali memastikan berbagai pekerjaan infrastruktur yang telah dijanjikan kepada masyarakat akan dikerjakan pada tahun ini.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons terhadap berbagai keluhan warga terkait kondisi infrastruktur di lingkungan tempat tinggal mereka. Pemerintah Kota Medan, kata Rico, berkomitmen menindaklanjuti kebutuhan masyarakat sesuai dengan program yang telah disiapkan.

Persoalan drainase Jalan Taduan menjadi salah satu contoh kebutuhan infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat. Setelah puluhan tahun tidak mendapatkan perbaikan, warga kini mendapatkan kepastian bahwa pembangunan drainase baru akan masuk tahap pengerjaan.

Rico juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengambil bagian dalam pembangunan Kota Medan. Menurutnya, pembangunan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat.

Gotong Royong Jadi Bagian Penting Pembangunan

Ia menilai semangat gotong royong dan kebersamaan perlu terus dijaga. Pemerintah dan masyarakat harus saling mendukung agar berbagai persoalan kota dapat diselesaikan secara bertahap.

“Harapannya, gotong royong dan kebersamaan kita jaga. Apa yang kurang, mari kita perbaiki bersama-sama,” pungkasnya.

Dengan masuknya pembangunan drainase Jalan Taduan ke dalam program tahun ini, warga kini menanti realisasi pekerjaan tersebut. Harapannya, pembangunan saluran baru dengan kapasitas yang lebih memadai dapat menjadi solusi atas persoalan genangan yang selama ini menghantui warga, khususnya saat hujan deras.

Bagi masyarakat Jalan Taduan, perbaikan tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga jawaban atas keluhan yang telah disampaikan selama bertahun-tahun.

BACA BERITA LAINNYA : Belajar dari Piala AFF 2020, Vietnam Waspadai Permainan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *