MBG di SDN 013 Dumai Diduga Bikin Puluhan Siswa Keracunan, SPPG Gajah Mada Disuspend

BERITASUMATRA.COM – Puluhan siswa SD Negeri 013, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).

Kejadian tersebut membuat suasana di sekolah sempat panik. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami kondisi lemas setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah.

Menu yang dikonsumsi para siswa pada hari itu disebut berupa bakso. Dugaan keracunan pun muncul setelah sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan dalam waktu tidak lama setelah menyantap makanan tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebut sekitar 36 siswa mengalami keluhan dan sebagian di antaranya harus mendapatkan penanganan medis.

Makanan MBG tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gajah Mada, Kota Dumai. Pasca-kejadian, operasional SPPG tersebut kini diproses untuk mendapatkan sanksi suspend.

Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit

Kondisi para siswa yang mengalami keluhan langsung mendapat perhatian dari pihak sekolah dan tenaga kesehatan.

Sejumlah siswa yang terlihat lemas kemudian dibawa ke RSUD Kota Dumai untuk menjalani pemeriksaan. Mereka mendapatkan penanganan medis guna memastikan kondisi kesehatan masing-masing.

Sekitar 36 Siswa Mengalami Keluhan

Jumlah siswa yang mengalami keluhan sementara diperkirakan mencapai sekitar 36 orang. Namun, jumlah tersebut masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.

Kepala SDN 013 dan pihak sekolah juga berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setelah mengetahui adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan seusai menyantap makanan MBG.

Dinas Kesehatan Kota Dumai kemudian turun ke lokasi. Petugas melakukan pendataan terhadap siswa yang mengalami keluhan sekaligus memastikan mereka memperoleh penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Meski dugaan keracunan mencuat, penyebab pasti gangguan kesehatan para siswa belum dapat disimpulkan.

Pemeriksaan medis dan penyelidikan masih diperlukan untuk memastikan apakah keluhan tersebut benar-benar berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.

SPPG Gajah Mada Diproses untuk Suspend

Peristiwa tersebut juga langsung mendapat perhatian dari pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah Riau.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru yang membawahi wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat, Syartiwidya, mengatakan proses pemberian sanksi terhadap SPPG Gajah Mada sedang berjalan.

Nota Dinas Suspend Sedang Diproses

Syartiwidya menyebut pihaknya tengah menyiapkan nota dinas untuk melakukan suspend terhadap SPPG yang memasok makanan MBG ke SDN 013 Dumai tersebut.

“Saat ini sedang diproses nota dinas untuk suspend SPPG tersebut,” tegas Syartiwidya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari respons setelah munculnya laporan dugaan gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa.

Namun, proses suspend tidak serta-merta menjadi kesimpulan bahwa makanan dari SPPG tersebut merupakan penyebab keracunan. Pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan sumber persoalan.

SPPG Gajah Mada sebelumnya diketahui menjadi salah satu penyedia makanan MBG untuk sejumlah sekolah di wilayah Dumai.

Bakso Disebut dalam Kondisi Tak Layak, Polisi Masih Selidiki

Dugaan gangguan kesehatan para siswa disebut muncul setelah mereka menyantap menu MBG berupa bakso.

Sejumlah warga yang mengetahui kondisi makanan tersebut menduga terdapat persoalan pada makanan yang dibagikan. Bakso disebut berada dalam kondisi basi, sedangkan sambal yang menjadi pelengkap makanan dilaporkan mengeluarkan aroma tidak sedap.

Namun, informasi tersebut masih sebatas dugaan.

Kondisi Makanan Belum Bisa Jadi Kesimpulan

Kondisi makanan dan kaitannya dengan gangguan kesehatan siswa harus dibuktikan melalui pemeriksaan. Karena itu, tidak tepat jika penyebab kejadian langsung disimpulkan hanya berdasarkan kondisi makanan yang ditemukan atau laporan dari warga.

Polisi bersama Dinas Kesehatan akan melakukan penelusuran lebih jauh untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Pemeriksaan dapat mencakup makanan yang dikonsumsi siswa, kondisi bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga proses distribusi makanan dari SPPG ke sekolah.

Sampel makanan juga menjadi bagian penting dalam proses pemeriksaan untuk membantu mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi atau persoalan lain yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Polisi Turun Tangan

Dugaan keracunan di SDN 013 Dumai juga langsung menjadi perhatian aparat kepolisian.

Kapolres Dumai AKBP Fatikh Dedy Setyawan membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi kini melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Penyebab Keracunan Masih Didalami

“Benar, kami sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan yang dialami siswa setelah mengonsumsi MBG,” ujar AKBP Fatikh.

Fatikh mengatakan jumlah pasti siswa yang terdampak masih dalam proses pendataan. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang mengetahui kejadian tersebut.

“Untuk penyebab pastinya masih kami dalami,” tegas Fatikh.

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah keluhan yang dialami para siswa memang memiliki hubungan dengan makanan MBG atau terdapat faktor lain.

Polisi juga akan meminta keterangan dari pihak sekolah, siswa, tenaga kesehatan, serta pihak yang terlibat dalam penyediaan dan pendistribusian makanan.

Dinkes Periksa Siswa dan Telusuri Makanan MBG

Selain kepolisian, Dinas Kesehatan Kota Dumai juga telah turun langsung ke lokasi.

Petugas kesehatan melakukan pendataan terhadap siswa yang mengalami keluhan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan para siswa sekaligus memastikan mereka memperoleh penanganan yang dibutuhkan.

Rantai Penyediaan Makanan Ikut Diperiksa

Pemeriksaan tidak hanya berhenti pada makanan yang sudah dikonsumsi siswa.

Seluruh rangkaian penyediaan makanan MBG akan menjadi bagian dari penelusuran. Mulai dari bahan baku, proses memasak, kebersihan dapur, penyimpanan makanan, pengemasan, hingga distribusi ke sekolah.

Langkah tersebut penting untuk mengetahui titik yang kemungkinan menjadi sumber persoalan.

Sebab, makanan yang mengalami perubahan kualitas bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tidak hanya proses memasak, tetapi juga cara penyimpanan dan durasi perjalanan sebelum makanan sampai ke penerima.

Karena itu, hasil pemeriksaan dan penyelidikan menjadi kunci untuk menentukan penyebab sebenarnya.

SPPG Gajah Mada Jadi Sorotan

SPPG Gajah Mada kini menjadi sorotan setelah makanan yang mereka distribusikan diduga berkaitan dengan gangguan kesehatan puluhan siswa SDN 013 Dumai.

Proses suspend yang tengah disiapkan menunjukkan adanya evaluasi terhadap pelaksanaan layanan MBG di SPPG tersebut.

Namun, di sisi lain, proses hukum dan pemeriksaan kesehatan masih berjalan. Pemerintah dan aparat tetap perlu menunggu hasil pemeriksaan sebelum menentukan penyebab pasti kejadian.

Langkah tersebut juga penting agar tidak terjadi kesimpulan terburu-buru yang dapat merugikan pihak tertentu.

Pemeriksaan Jadi Penentu

Kasus dugaan keracunan MBG di SDN 013 Dumai kini masih menjadi perhatian berbagai pihak.

Puluhan siswa telah mendapatkan penanganan medis, sementara polisi dan Dinas Kesehatan terus mengumpulkan informasi untuk mengungkap penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Di saat bersamaan, SPPG Gajah Mada diproses untuk mendapatkan sanksi suspend sebagai bentuk evaluasi terhadap layanan penyediaan makanan MBG.

Bagi program MBG, kejadian seperti ini menjadi pengingat bahwa kualitas makanan, kebersihan, keamanan pangan, serta proses distribusi harus mendapat perhatian serius. Program yang menyasar anak-anak sekolah tentu membutuhkan standar keamanan pangan yang ketat agar makanan yang diberikan benar-benar aman dikonsumsi.

Untuk kasus di SDN 013 Dumai, satu hal yang masih menjadi pertanyaan adalah apa sebenarnya penyebab puluhan siswa mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap MBG?

Jawabannya kini menunggu hasil pemeriksaan medis, pengujian makanan, serta penyelidikan aparat dan instansi terkait.

Sementara itu, kondisi para siswa yang sempat mengalami keluhan menjadi perhatian utama. Penanganan medis terus dilakukan sembari menunggu titik terang dari dugaan keracunan yang menghebohkan SDN 013 Dumai tersebut.

BACA BERITA LAINNYA DI : Alfi Husni Makin Kokoh di Puncak Klasemen ARRC 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *