Sudah 25 Tahun Bermasalah, Drainase di Helvetia Deli Serdang Kembali Jadi Sorotan Warga


Warga Keluhkan Drainase Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Rusak dan Genangan Jadi Masalah Berulang

BERITASUMATRA.COM – Persoalan infrastruktur kembali menjadi perhatian warga di kawasan Jalan Veteran Pasar 9, Desa Manunggal, Kecamatan Helvetia, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Selama lebih dari dua dekade, warga mengeluhkan kondisi drainase di lingkungan mereka yang belum mendapatkan perbaikan secara menyeluruh.

Warga menyebut, drainase yang sudah lama mengalami masalah tersebut tidak lagi mampu bekerja maksimal ketika hujan turun. Akibatnya, air kerap meluap dan menggenangi kawasan sekitar, termasuk badan jalan yang menjadi akses utama masyarakat.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab jalan di kawasan itu cepat mengalami kerusakan. Warga menilai perbaikan jalan tidak akan bertahan lama apabila persoalan drainase belum lebih dahulu diselesaikan.

Drainase Rusak Jadi Penyebab Jalan Cepat Mengalami Kerusakan

Salah seorang warga, Hery Adi, mengatakan kondisi drainase di kawasan tersebut sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, normalisasi dan perbaikan saluran air merupakan langkah utama sebelum dilakukan pengaspalan jalan.

Ia khawatir jika pemerintah hanya melakukan pengaspalan tanpa memperbaiki sistem drainase, jalan yang baru dibangun akan kembali rusak akibat genangan air.

“Drainase harus diperbaiki terlebih dahulu, lalu jalannya diaspal. Kalau diaspal dulu, maka hasilnya nol juga,” kata Hery, Minggu (26/7/2026).

Menurut Hery, warga sudah cukup lama menunggu adanya perhatian dari pemerintah terkait kondisi tersebut. Ia berharap pihak terkait dapat segera turun langsung melihat kondisi drainase dan jalan yang menjadi keluhan masyarakat.

Warga Tunggu Realisasi Perbaikan Infrastruktur

Hery mengungkapkan, sebelumnya masyarakat mendapat informasi mengenai rencana pengaspalan jalan dari simpang KFC hingga kawasan Marelan. Namun hingga saat ini, rencana tersebut belum terlihat terealisasi di lapangan.

Ia berharap pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat mengambil langkah cepat dengan melakukan perbaikan secara menyeluruh, mulai dari drainase hingga badan jalan.

“Kita tunggu dari pemerintah, katanya di bulan ini mau ada pengaspalan dari simpang KFC sampai Marelan, nyatanya sampai sekarang belum ada. Saya berharap pemerintah Provinsi cepat turun memperbaiki drainase, lalu diaspal jalan rusak tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus dilakukan dengan perencanaan yang tepat agar hasilnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Kalau langsung diaspal sepertinya sia-sia, nggak akan lama itu kekuatannya,” tambahnya.

Kepala Dusun Akui Keluhan Warga Sudah Berlangsung Lama

Keluhan mengenai kondisi drainase tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Dusun 6 Desa Manunggal, Aris Setiawan. Ia mengatakan persoalan drainase di kawasan tersebut memang sudah berlangsung cukup lama dan menjadi salah satu keluhan utama warga.

Menurut Aris, pemerintah desa telah berupaya mengusulkan anggaran perbaikan drainase kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Namun hingga kini, usulan tersebut belum mendapatkan tindak lanjut.

“Masalah drainase atau parit ini sudah 25 tahun lebih tidak diperbaiki, tidak disentuh oleh pemerintah. Solusinya drainase harus diperbaiki, lalu jalan diperbaiki,” ujar Aris.

Ia menjelaskan, kondisi drainase yang tidak berfungsi maksimal membuat kawasan tersebut semakin sering mengalami genangan, terutama ketika intensitas hujan cukup tinggi.

Usulan Anggaran Rp1,8 Miliar Belum Mendapat Tindak Lanjut

Aris menyebut pihaknya telah beberapa kali mengajukan usulan perbaikan drainase. Salah satu pengajuan yang pernah dibuat memiliki nilai anggaran sekitar Rp1,8 miliar.

Namun, hingga saat ini belum ada realisasi perbaikan dari pemerintah.

“Anggaran sudah pernah kami buat dan diajukan, tetapi tidak ditindaklanjuti sebesar Rp1,8 miliar. Kami sudah sering kali mengajukan, bahkan lebih dari dua kali, tapi belum ada tindakan dari pemerintah pusat,” katanya.

Menurut Aris, kondisi tersebut membuat persoalan semakin berlarut-larut. Drainase yang tidak diperbaiki menyebabkan air sulit mengalir dengan baik sehingga jalan di sekitar kawasan tersebut terus mengalami kerusakan.

Warga Minta Perbaikan Dilakukan Secara Bertahap dan Tepat

Aris berharap pemerintah tidak hanya fokus melakukan pengaspalan jalan, tetapi juga memperhatikan sistem drainase sebagai bagian penting dari pembangunan infrastruktur.

Ia menilai perbaikan yang dilakukan harus dimulai dari saluran air agar jalan yang dibangun nantinya memiliki daya tahan lebih lama dan tidak kembali rusak.

“Benerin drainase, baru aspal. Mudah-mudahan bisa mengurai banjir dan tidak ada lagi jalan-jalan yang rusak,” harapnya.

Bagi warga, persoalan drainase bukan hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan aktivitas sehari-hari dan keselamatan pengguna jalan. Jalan yang rusak dan licin akibat genangan air berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat hujan turun.

Penantian Panjang Warga Menunggu Perhatian Pemerintah

Setelah 25 tahun menghadapi persoalan yang sama, warga Jalan Veteran Pasar 9 berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi nyata. Mereka meminta agar perbaikan dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya memperbaiki permukaan jalan tanpa mengatasi penyebab utama kerusakan.

Warga berharap aspirasi yang sudah lama disampaikan dapat segera mendapat respons sehingga persoalan genangan air, drainase buruk, dan jalan rusak tidak kembali menjadi masalah yang berulang setiap tahun.

Perbaikan drainase dan jalan dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih nyaman serta infrastruktur yang dibangun pemerintah dapat bertahan lebih lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *